Sejarah Pulau Tidung


Sejarah Pulau Tidung - Orang Pulau Tidung terdahulu penduduknya bermukim di Pulau Tidung kecil, kala itu dari ujung pulau tidung besar sebelah timur terhampar pasir putih ber air dangkal hingga ke ujung barat Pulau Tidung Kecil, menunjukan bahwa Pulau tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil sebelumnya menyatu, penduduknya pun lebih banyak tinggal di Pulau Tidung Kecil, kurang tertata dan rumah-rumahnya agak berjauhan. 

 Menurut masyarakat setempat ada beberapa tokoh legendaris versi Pulau Tidung diantaranya adalah Abdul Kohar, wa’ Kaca, wa’ turu’ dan Katarudin adalah orang-orang berpengaruh terhadap perkembangan Pulau Tidung masa itu. 

Pulau tidung sebelumnya adalah kelurahan yang membawahi tiga pulau pemukiman sekaligus yaitu Pulau Tidung Besar, Pulau Pari dan Pulau Lancang, juga beberapa pulau wisata lainnya seperti pulau burung, pulau gudus, dll, dengan luas seluruh daratannya 109.50Ha. 


Sementara pada saat itu Kepulauan Seribu masih masuk kedalam bagian wilayah Kotamadya Jakarta Utara dan statusnya masih Kecamatan. Sejak diberlakukannya undang-undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta. 

Sesuai dengan Pasal 32 undang-undang Nomor 34 tahun 1999 Kecamatan Kepulauan Seribu yang merupakan bagian dari Kota Madya Jakarta Utara ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu untuk tujuan meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat dari segala aspek diantaranya adalah kelestarian lingkungan, konservasi sumber daya alam, ekonomi, kesejahteraan rakyat dan sosial budaya. 

Untuk mewujudkan peningkatan status Kecamatan Kepulauan Seribu menjadi Kabupaten, ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2001 tentang Pembentukan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. 

Dalam rangka memberikan pelayanan pemerintahan yang optimal kepada masyarakat Kabupaten dministrasi Kepulauan Seribu di tetapkan menjadi dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang membawahi atas 3 kelurahan dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan membawahi atas 3 Kelurahan. 

Tahun 2003 Pemerintah Kabupaten Administrasi mulai mencangkan pembuatan jembatan diantara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil sebagai penghubung juga sebagai penunjang prasarana pariwisata. Akhirnya tercipta jembatan sepanjang 200m yang menjadi icon wisata Pulau Tidung tersebut diberi nama “Jembatan Cinta”. 

Semua aspek penunjang dan pendukung mulai merebak hingga Pada tahun 2009 PLN masuk ke Pulau Tidung menerapkan sistem listrik pra bayar, ditambah lagi beberapa Tower untuk jaringan seluler, lengkap sudah inprastruktur di Pulau Tidung hingga akhirnya tercipta pariwisata yang bersifat naturalis yang booming serta menjadi alternatif para wisatawan pencinta wisata bahari di seluruh Indonesia, kemudian mulai populer hingga saat ini.

0 Response to "Sejarah Pulau Tidung"